
Biaya Liburan ke Thailand
Angka estimasi biaya liburan ke Thailand yang sering beredar di internet biasanya cuma satu skenario. Padahal, kebutuhan solo backpacker jelas beda jauh dengan keluarga yang ingin nyaman.
Panduan ini akan membedah biaya liburan ke Thailand per komponen, membandingkan tiga gaya traveling dan memberi rumus sederhana supaya kamu bisa menghitung sendiri angka yang paling sesuai dengan rencana perjalananmu.
Ada satu hal penting yang wajib kamu tahu sebelum menyusun anggaran. Sejak 15 September 2026, Thailand memangkas masa bebas visa turis dari 60 hari menjadi 30 hari. Karena itu, hal ini tentu akan memengaruhi durasi liburan yang kamu rencanakan.
Rincian Komponen Biaya Liburan ke Thailand
Sebelum masuk ke simulasi total, kenali dulu daftar komponen pengeluaran yang membentuk biaya liburan ke Thailand.
Semua angka di bawah adalah estimasi untuk satu orang, berdasarkan kondisi harga umum yang berlaku (bukan harga tetap), karena tiket pesawat dan kurs bisa berubah kapan saja.
Tiket Pesawat Pulang-Pergi Indonesia—Thailand
Tiket Jakarta-Bangkok pulang-pergi punya rentang harga yang sangat lebar tergantung musim dan maskapai. Pada periode low season atau saat promo, harga bisa berada di kisaran 1,5-2,5 juta rupiah menggunakan maskapai budget seperti AirAsia atau Scoot.
Sebaliknya, saat periode ramai seperti libur Nataru atau libur sekolah, harga tiket rute yang sama bisa melonjak sampai 5-7 juta rupiah untuk maskapai full service.
Akomodasi/Penginapan per Malam
Hostel atau guesthouse budget di Bangkok mulai dari Rp150.000-300.000 per malam, hotel bintang 2-3 berkisar Rp350.000-700.000 per malam, sementara hotel bintang 4-5 bisa mulai Rp900.000 hingga jutaan rupiah per malam. Semuanya tergantung lokasi dan fasilitas akomodasi itu sendiri.
Biaya Makan Selama di Thailand
Makan di street food atau warung lokal umumnya berkisar Rp30.000-60.000 per porsi, sementara makan di restoran kasual bisa Rp80.000-150.000 per porsi. Kalau menghitung tiga kali makan sehari plus jajan/minum, anggaran makan harian berkisar Rp150.000-400.000 per orang, tergantung seberapa sering makan di restoran versus street food.
Transportasi Lokal di Thailand
Di Bangkok, BTS Skytrain dan MRT jadi moda paling efisien dengan tarif sekitar Rp15.000-30.000 per perjalanan. Sementara tuk-tuk dan taksi (termasuk aplikasi seperti Grab) lebih fleksibel tapi lebih mahal, terutama saat macet.
Kalau tujuanmu Phuket atau Pattaya, transportasi lokal lebih mengandalkan taksi, songthaew atau sewa motor harian (sekitar Rp70.000-120.000/hari).
Tiket Masuk Wisata dan Aktivitas
Tempat wisata gratis, misalnya jalan-jalan di Chatuchak Market atau menyusuri Khao San Road bisa jadi andalan buat yang hemat.
Untuk objek wisata berbayar seperti Wat Pho, Grand Palace atau taman hiburan, anggarkan sekitar Rp100.000-500.000 per lokasi, tergantung jenis objek wisatanya.
Visa dan Dokumen Perjalanan
Berdasarkan Royal Gazette Thailand yang diundangkan 31 Agustus 2026, mulai 15 September 2026 pemerintah Thailand resmi mengubah aturan bebas visa (visa-free) untuk 60 negara, dengan masa tinggal yang dipangkas dari 60 hari menjadi maksimal 30 hari per kunjungan.
Selain durasi tinggal, ada juga pembatasan baru. Masing-masing 60 negara tersebut hanya diperbolehkan masuk ke Thailand sebanyak 2 kali dalam setahun untuk memanfaatkan fasilitas bebas visa ini.
Kabar baiknya buat WNI, Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang dikecualikan dari batasan 2 kali kunjungan per tahun tersebut, bersama Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura.
Artinya, WNI tetap bisa memanfaatkan fasilitas bebas visa berkali-kali dalam setahun tanpa batasan frekuensi, selama masa tinggal per kunjungan tidak melebihi 30 hari.
Syarat masuk Thailand yang berlaku umum:
- paspor berlaku minimal 6 bulan dari tanggal kedatangan
- bukti akomodasi selama di Thailand
- tiket lanjutan/pulang
Untuk urusan uang tunai, siapkan budget ke Thailand sekitar 20.000 Baht per orang atau 40.000 Baht per keluarga sebagai bukti dana yang cukup selama liburan. Jumlah ini sudah dianggap memadai oleh otoritas imigrasi Thailand.
Aplikasi Pendukung Traveling ke Thailand
1. THIM (Thai Immigration)
Aplikasi resmi terbaru dari Pemerintah Thailand untuk mengisi Thailand Digital Arrival Card (TDAC). Fitur andalannya adalah scan paspor otomatis, jadi data dirimu langsung terisi tanpa perlu input manual satu per satu.
Pengisian TDAC ini wajib dilakukan maksimal H-3 sebelum kedatangan, apa pun status visamu.
2. SafeTravel
Aplikasi resmi dari Pemerintah Republik Indonesia yang berguna untuk memantau keamanan perjalanan dan mendapatkan bantuan konsuler jika dibutuhkan selama di luar negeri.
Karena aturan imigrasi masih bisa berubah sewaktu-waktu, selalu cek informasi terbaru dari Kedutaan Besar/Konsulat RI setempat sebelum menyusun itinerary final, terutama kalau kamu berencana bolak-balik traveling ke Thailand dalam satu tahun yang sama.
Asuransi Perjalanan
Walau tidak selalu jadi syarat wajib masuk, asuransi perjalanan sangat disarankan untuk menutup risiko medis darurat, kehilangan bagasi atau pembatalan perjalanan.
Harganya relatif terjangkau. Mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah untuk perjalanan 4-7 hari, tergantung provider dan cakupan perlindungan.
Belanja, Oleh-Oleh dan Dana Cadangan
Ini adalah alokasi budget yang paling fleksibel. Bisa Rp0 kalau kamu tidak berencana belanja atau jutaan rupiah kalau kamu ingin berburu oleh-oleh di Chatuchak atau pusat perbelanjaan.
Sebagai patokan aman, sisihkan dana cadangan sekitar Rp300.000-1.000.000 untuk pengeluaran tak terduga seperti biaya kesehatan ringan, kelebihan bagasi atau perubahan rencana mendadak.
Estimasi Total Biaya Liburan ke Thailand Berdasarkan Gaya Traveling
Angka total yang paling relevan buatmu sangat bergantung pada gaya traveling. Tabel ini membandingkan estimasi biaya liburan ke Thailand per hari (di luar tiket pesawat) untuk tiga skenario:
Backpacker budget mengandalkan hostel, street food dan transportasi umum untuk menekan biaya harian.
Mid-range budget memberi keseimbangan antara kenyamanan hotel bintang 2-3 dan sesekali makan di restoran.
Sementara luxury budget memprioritaskan hotel bintang 4-5, restoran dan aktivitas premium tanpa banyak kompromi.
Simulasi Budget Liburan ke Thailand Berdasarkan Durasi dan Jumlah Orang
Untuk gambaran lebih konkret, berikut simulasi kasar budget ke thailand 7 hari dan durasi lain, dengan asumsi gaya mid-range dan tiket pesawat sekitar 2,5 juta rupiah (kondisi normal, bukan peak season):
- 4 hari 3 malam, solo traveler: tiket ~Rp2.500.000 + biaya harian mid-range (~Rp900.000 x 4 hari = Rp3.600.000) + dana cadangan Rp500.000 ≈Rp6.600.000
- 7 hari 6 malam, solo traveler: tiket ~Rp2.500.000 + biaya harian (~Rp900.000 x 7 hari = Rp6.300.000) + dana cadangan Rp700.000 ≈Rp9.500.000
- 4 hari 3 malam, berdua (biaya per orang): akomodasi bisa dibagi berdua sehingga turun ke ~Rp700.000/hari per orang, sehingga total per orang ≈Rp5.800.000
- 7 hari, keluarga 4 orang (per orang): dengan akomodasi dan sebagian transportasi dibagi rata, biaya per orang bisa turun ke kisaran 7-8 juta rupiah, tergantung seberapa banyak kamar dan kendaraan yang dipesan.
Simulasi budget ke Thailand ini pakai asumsi gaya mid-range dan harga tiket normal. Kalau kamu pilih gaya backpacker, total bisa turun 30-40%. Kalau luxury, bisa naik dua kali lipat atau lebih.
Gunakan rumus di bagian berikutnya untuk menyesuaikan dengan situasimu sendiri.
Cara Menghitung Budget Liburan ke Thailand Sesuai Preferensi
Daripada mengandalkan angka orang lain, kamu bisa menyusun estimasi sendiri dengan rumus dasar ini:
Total Budget = Tiket Pesawat PP + (Biaya Harian x Jumlah Hari) + Visa/Dokumen + Dana Cadangan
Langkahnya:
- Cek harga tiket pesawat PP sesuai tanggal keberangkatanmu. Ini komponen paling fluktuatif, jadi selalu pakai harga real-time, bukan estimasi lama.
- Tentukan gaya travelingmu (backpacker/mid-range/luxury), lalu ambil angka “biaya harian” dari tabel di bagian sebelumnya.
- Kalikan biaya harian dengan jumlah hari liburan.
- Tambahkan biaya visa kalau kamu berencana tinggal lebih dari 30 hari (di luar fasilitas bebas visa) atau abaikan komponen ini kalau kunjunganmu di bawah 30 hari.
- Sisipkan dana cadangan 10-15% dari total sebagai buffer untuk pengeluaran tak terduga.
Faktor yang paling memengaruhi besar-kecilnya angka akhir adalah musim keberangkatan, seperti peak season (Desember-Januari) dan libur sekolah. Hal ini bisa mendorong harga tiket dan hotel naik signifikan.
Selain itu, jumlah rombongan juga berdampak pada biaya per orang karena berbagi kamar dan transportasi, serta seberapa sering kamu makan di restoran versus street food.
Thailand memang jadi favorit karena kombinasi budaya dan kulinernya, tapi kalau prioritasmu murni soal efisiensi budget, ada baiknya juga melihat biaya liburan ke Malaysia sebagai pembanding.
Selain itu, kamu juga bisa melihat rincian biaya liburan ke Singapura yang bisa jadi referensi tambahan untuk destinasi di sekitar Asia Tenggara lainnya.
Tips Menghemat Biaya Liburan ke Thailand
1. Bandingkan Harga Tiket antar Platform
Pesan tiket pesawat jauh-jauh hari dan pantau harga di beberapa platform. Perbedaan tanggal keberangkatan beberapa hari saja bisa menghasilkan selisih jutaan rupiah, terutama menjelang periode ramai.
2. Hindari Peak Season
Hindari musim liburan sekolah dan akhir tahun kalau prioritasmu adalah harga murah. Tiket dan hotel di periode ini cenderung jauh lebih mahal dibanding low season.
3. Naik BTS/MRT
Manfaatkan BTS/MRT di Bangkok daripada taksi untuk perjalanan jarak dekat-menengah, apalagi saat jam sibuk ketika kemacetan bisa membuat taksi jadi lebih mahal dan lambat.
4. Utamakan Street Food atau Warung Lokal
Makan di street food dan warung lokal. Selain lebih hemat, ini juga cara paling autentik untuk mencicipi kuliner Thailand tanpa menguras budget makan harianmu.
5. Bandingkan Traveling Versi Solo dan Paket Tur
Jalan sendiri (self-planning) umumnya lebih hemat kalau kamu nyaman mengatur itinerary sendiri dan traveling dalam kelompok kecil. Karena kamu bisa memilih akomodasi dan transportasi termurah sesuai kebutuhan.
Paket tur lebih cocok kalau kamu memprioritaskan kepraktisan dan ingin biaya lebih terprediksi atau tidak punya waktu untuk riset itinerary sendiri.
Tapi, ada trade off-nya. Harga per orang biasanya sudah termasuk margin operator sehingga cenderung lebih mahal dibanding self-planning dengan budget serupa.
Kalau kamu sekalian mau menyusun rencana harian, contoh itinerary perjalanan bisa membantu menyusun jadwal supaya waktu dan budget lebih terkontrol.
Untuk urusan perlengkapan sebelum berangkat, jangan lupa cek juga barang yang harus dibawa saat traveling ke luar negeri supaya tidak ada yang tertinggal.
6. Bawa Uang Tunai Secukupnya
Siapkan uang tunai sesuai anjuran resmi, jangan berlebihan. Sebagai bukti dana yang cukup, otoritas imigrasi Thailand menganjurkan sekitar 20.000 Baht per orang atau 40.000 Baht per keluarga.
Kamu tidak perlu membawa lebih dari itu hanya untuk “jaga-jaga”, karena sebagian besar transaksi di Thailand sudah bisa dilakukan dengan kartu atau e-wallet.
FAQ Seputar Biaya Liburan ke Thailand
Apakah WNI bebas visa ke Thailand?
Ya. WNI tetap mendapat fasilitas bebas visa untuk kunjungan wisata ke Thailand, dengan masa tinggal maksimal 30 hari per kunjungan sejak aturan baru berlaku 15 September 2026 (sebelumnya 60 hari).
Berbeda dari kebanyakan negara lain, Indonesia bersama Malaysia, Brunei dan Singapura dikecualikan dari batas maksimal 2 kali kunjungan per tahun, sehingga WNI tetap bisa berkunjung berkali-kali dalam setahun selama tiap kunjungan tidak melebihi 30 hari.
Apa saja aturan terbaru untuk masuk Thailand?
Aturan yang diterapkan sejak 15 September 2026 yaitu, masa bebas visa turis kini 30 hari (bukan lagi 60 hari), berlaku untuk 60 negara termasuk Indonesia.
Sebelum berangkat, siapkan paspor berlaku minimal 6 bulan, bukti akomodasi, tiket lanjutan/pulang dan uang tunai sekitar 20.000 Baht per orang atau 40.000 Baht per keluarga.
Kamu juga wajib mengisi Thailand Digital Arrival Card (TDAC) maksimal H-3 sebelum kedatangan lewat aplikasi resmi THIM yang bisa scan paspor otomatis.
Ke Thailand sebaiknya bulan apa supaya lebih hemat?
Periode low season (biasanya di luar musim liburan sekolah dan akhir tahun) umumnya menawarkan harga tiket pesawat dan hotel yang lebih bersahabat dibanding peak season seperti Desember-Januari.
Kalau prioritas utamamu adalah menekan budget, hindari memesan tiket untuk periode-periode ramai tersebut.
Berapa kisaran biaya liburan ke Thailand untuk 7 hari?
Untuk solo traveler dengan gaya mid-range dan tiket pesawat kondisi normal, estimasi kasar berada di kisaran 9-10 juta rupiah, sudah termasuk tiket pesawat, akomodasi, makan, transportasi lokal dan dana cadangan.
Angka ini bisa lebih rendah dengan gaya backpacker atau lebih tinggi dengan gaya luxury. Gunakan rumus di bagian Cara Menghitung Budget Liburan ke Thailand Sesuai Preferensi untuk menyesuaikan dengan rencanamu.
Bandara apa di Thailand yang paling dekat dengan Bangkok?
Ada dua bandara utama yang melayani Bangkok, yaitu Suvarnabhumi Airport (BKK) yang jadi hub utama untuk penerbangan internasional termasuk dari Jakarta dan Don Mueang Airport (DMK) yang lebih banyak melayani maskapai budget/low-cost carrier.
Keduanya berada di area Bangkok Raya, jadi pilih sesuai maskapai yang kamu gunakan.
Mempersiapkan anggaran biaya liburan ke Thailand sebenarnya bukan soal menemukan satu angka ajaib, tapi soal memahami komponen mana yang paling fleksibel sesuai prioritasmu. Apakah itu kenyamanan, kepraktisan atau efisiensi harga.
Gunakan rumus dan tabel perbandingan gaya traveling di atas sebagai titik awal, lalu sesuaikan dengan tanggal keberangkatan dan preferensimu sendiri sebelum benar-benar menyusun anggaran akhir.

